Desain CAPTCHA

Tuesday, August 25, 2009


Langkah pertama dalam desain CAPTCHA adalah melihat perbedaan antara manusia dan komputer dalam memproses informasi. Komputer mengikuti serangkaian instruksi. Komputer tidak dapat menjangkau sesuatu yang berada di luar dunianya (dunia instruksi).
Ketika membuat sebuah tes, seorang desainer CAPTCHA harus memperhatikan hal ini. Sebagai contoh, membuat sebuah program yang dapat membaca metadata (informasi pada web yang terbaca oleh komputer, namun tidak oleh manusia) adalah yang mudah.
Jadi, tidak ada gunanya membuat CAPTCHA visual bila mencantumkan solusinya pada metadata image yang digunakan. Semua kurang bijaknya dengan membuat CAPTCHA tanpa mendistorsi dilengkapi dengan OCR yang mampu membaca dan mengenali huruf dan angka pada image.
Satu-satunya cara dengan membuat CAPTCHA adalah mendefinisikan image dan solusinya dalam sebuah database. Menurut peneliti dari Microsoft Research, 80% CAPTCHA dapat dipecahkan oleh manusia, sementara komputer hanya mampu memcahkan 1 dari 100 tes (1%).
Distorsi pada huruf dan angka digunakan untuk membingungkan spambot dengan OCR. Beberapa huruf dan angka diberi bentuk yang tidak lazim (seperti melihat tulisan dari balik kaca yang meleleh). Sebagian memecah bentuk huruf dan angka seperti menuliskannya pada kisi-kisi jendela.
Sebagian lagi menggunakan warna yang berbeda, atau menambahkan elemen lain seperti titik atau bercak yang tidak beraturan. Itu semua dilakukan dengan satu tujuan yang sama: mempersulit spambot membaca rangkaian huruf dan angka yang tertera pada image.
Info : Majalah PC Mild
Baca juga artikel yang berhubungan:

0 comments:

Post a Comment

| More
 
 
 

AddThis

| More

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

Sahabat

Rumah Gue

Loading...