Tips Memilih Prosesor untuk Komputer Hiburan Digital

Wednesday, August 12, 2009

Soket Prosesor

     Pada saat tulisan ini dibuat, soket LGA775 masih menjadi “arus utama” di jajaran prosesor intel. Di AMD, soket AM2+ yang jadi arus utama. Kedua soket itu menawarkan pilihan beragam. Perbandingan harga terhadap kinerja pun cukup menarik. Kinerja pas dengan kemampuan, harga pas dengan kantong.
Oleh karena itu, sewajarnya prosesor yang dipilih sesuai dengan soket-soket tersebut. Bila memilih intel, manfaatkan yang LGA775 dan bila memilih AMD, gunakan yang AM2+.

Kinerja

      Salah satu tantang computer hiburan digital yang berat adalah memutar video definisi tinggi secara mulus. Saat ini, definisi tinggi memiliki resolusi 1920 x 1080. Full HD, begitu sebutan video dengan resolusi demikian. Video inilah yang paling membebani prosesor.
Kalau kartu grafis yang digunakan memiliki akselerator sendiri, prosesor yang dipakai bisa prosesor yang “kurang” bertenaga, misalnya Intel Pentium Dal-Core E5200 atau AMD Athlin X2 7750. Kedua prosesor itu bisa diperoleh dengan harga kurang dari 700 ribu rupiah. Kenapa prosesornya yang biasa saja? Soalnya, beban kerja akan dibagi ke akselelator kartu grafis.
      Tapi, kalau kartu grafisnya tidak punya akselelator sendiri, prosesor harus prosesor bertenaga. Kalau tidak, video Full HD tidak akan diputar dengan mulus. Prosesor yang cocok untuk itu misalnya Intel Core 2 Duo atau Phenom II X2.
     Kalau Anda hanya akan memutar DVD yang resolusinya jauh dari Full HD, 720 x 480 atau 720 x 576. Anda bisa pilih prosesor yang biasa saja. Dengan kata lain, prosesor yang dipilih setidaknya mampu memberikan tenaga yang diperlukan untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang diberikan padanya secara lancar.

Suhu vs Bising

     Selain kinerja yang memadai, prosesor yang dipilih sebaiknya memiliki Thermal Design Power (TDP) kurang dari atau setara dengan 95 Watt. TDP yang tinggi berarti prosesor tersebut butuh system pendingin yang lebih bertenaga. Sistem pendingin yang lebih bertenaga berarti kecepatan putaran kipas yang lebih tinggi. Kecepatan putaran kipas yang lebih tinggi sering kali menyebabkan kebisingan.
      Namanya komputer hiburan digital, kebisingan jadi hal yang tabu karena akan mengganggu kenyamanan pada saat dipakai untuk menonton atau mendengarkan musik.
      Bila system pendingin yang digunakan kurang mampu membuang panas keluar dari system dengan baik, suhu di dalam chassing bisa meningkat. Suhu yang terlampau tinggi bisa mengganggu kestabilan komputer. Kalau panasnya kelewat parah, umur dari komponen penyusun PC jadi pendek. Belum lagi, banyak motherboard micro ATX dirancang untuk prosesor dengan TDP yang tidak lebih dari 95 Watt.

Info : Majalah PC Plus

0 comments:

Post a Comment

| More
 
 
 

AddThis

| More

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

Sahabat

Rumah Gue

Loading...