Laki-laki Juga Bisa Menopause

Wednesday, September 23, 2009

Jakarta, Menopause selama ini identik milik perempuan. Penurunan hasrat dan kemampuan seks seakan tak berlaku pada laki-laki. Padahal menurut ahli, laki-laki pun mengalami menopause.

Istilah menopause memang milik perempuan. Pada laki-laki, istilahnya berubah menjadi Andropause. Ciri-cirinya pun mirip dengan perempuan yang mengalami menopause.

Mulai usia 30 tahun laki-laki akan kehilangan 10 persen jumlah hormon testosteronnya tiap sepuluh tahun. Seperti dikutip dari Fox News, Rabu (16/9/2009) di usia 70 tahun, testosteron laki-laki hanya setengah dari saat usianya masih 20-an.

Berkurangnya jumlah hormon akan mempengaruhi kondisi fisik laki-laki termasuk kemampuan seksualnya. Laki-laki akan mengalami sejumlah emosi negatif seperti depresi, putus asa dan mood yang buruk karena kemampuan seksualnya tak seprima dulu.

Dari segi fisik, rambut serta kondisi tulang yang mulai rapuh akan semakin membuat para laki-laki merasa lemah. hal itu juga mempengaruhi sisi psikologisnya.

Jadi bagi laki-laki, ada baiknya mempersiapkan diri menghadapi Andropause, seperti yang selama ini dilakukan perempuan.

Info: Detik Healt.com

Buah Melon Bantu Kurangi Kelelahan


Jakarta, Buah melon selama ini dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pencuci mulut sehabis makan atau dicampur dalam rujak buah. Tapi sebenarnya buah melon mempunyai peran penting untuk membantu orang mengatasi kelelahan.

Kandungan utama yang menjadi kuncinya adalah enzim superoxide dismutase, enzim ini memiliki keuntungan sebagai antioksidan yang bisa mencegah kerusakan jaringan dalam tubuh serta mengatasi kelelahan.

Hasil ini didapatkan melalui penelitian yang melibatkan beberapa orang. Partisipan yang menerima kapsul berisi enzim tersebut mengaku lebih sedikit mengalami kelelahan dan stres dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi kapsul. Penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam Nutrition Journal.

Para peneliti mengatakan enzim superoxide dismutase bisa meningkatkan konsentrasi, mengurangi perasaan lelah dan mudah marah. Diperkirakan enzim tersebut dapat membantu meminimalkan kerusakan pada jaringan tubuh akibat dari proses kimia yang dikenal sebagai stres oksidatif, yaitu proses yang melepaskan atom berbahaya atau radikal bebas ke dalam jaringan tubuh.

Radikal bebas merupakan molekul atau atom yang memiliki elektron tidak berpasangan, sehingga menjadi tidak stabil. Akibatnya molekul ini akan berusaha mencari elektron dari molekul lain termasuk molekul jaringan tubuh.

"Kami ingin menguji apakah peningkatan kemampuan tubuh untuk menangani spesies yang oksidatif dapat membantu seseorang untuk melawan kelelahan," ujar Marie Anne Milesi, yang merupakan Ketua peneliti, seperti dikutip dari BBC, Rabu (16/9/2009).

Enzim superoxide dismutase yang terkandung dalam buah melon inilah yang berperan penting untuk membantu seseorang mengatasi kelelahan, mengurangi radikal bebas serta nantinya bisa mengurangi tingkat stres orang tersebut.

Info: Detik Healt.com

Cegah Lupa Ingatan Dengan 2 Cangkir Kopi Tiap Hari


Jakarta, Peneliti dari Austria mengatakan bahwa secangkir kopi tiap pagi bisa meningkatkan aktivitas otak pada bagian ingatan dan mencegah short term memory lost. Jadi tak perlu ragu mengonsumsi kopi.

Menurut studi yang dilakukan para peneliti di Innsbruck Medical University, dua cangkir kopi tiap hari atau setara dengan 100 miligram cafein bisa meningkatkan fungsi dan performa otak terutama yang berhubungan dengan ingatan.

"Kami menemukan area otak yang lebih aktif pada mereka yang mengonsumsi kafein dibanding mereka yang tidak. Area itu merupakan area spesifik yang biasa digunakan untuk mengingat sesuatu," ujar seorang radiolog, Dr Florian Koppelstatter seperti dikutip dari Health24, Rabu (16/9/2009).

Kemampuan yang bisa terlihat pada area otak itu antara lain kemampuan menyimpan informasi dan membuatnya lebih efisien untuk diingat. Contoh kecilnya adalah kemampuan mengingat nomor telepon.

Selain dalam kopi, kafein juga banyak terdapat dalam teh dan cokelat. Rata-rata orang Amerika mengonsumsi 238 miligram kafein atau setara dengan empat gelas kopi tiap harinya. Konsumsi kafein terbesar adalah orang Skandinavia yaitu sebanyak 400 miligram setiap hari.

Dalam studinya, Koppelstatter merekrut 15 orang pria berusia antara 26 dan 47 tahun. Selama 2 hari mereka diminta untuk berpuasa dari kafein atau nikotin. Setelah itu mereka diberi minum kafein sebanyak 100 miligram, dan 20 menit setelahnya mereka melakukan scan otak menggunakan fMRI dan melakukan tes memori.

Hasil scan menunjukkan bahwa kafein ternyata meningkatkan bagian otak depan dimana jaringan memori berada. Hal sebaliknya justru terjadi pada mereka yang tidak mengonsumsi kafein. "Tidak ada satu pun pria yang tidak mengonsumsi kafein yang mengalami peningkatan aktivitas otak pada bagian itu," ujar Koppelstatter.

Adapun mekanisme kafein terhadap daya ingat otak masih belum diketahui dengan pasti. Namun Koppelstatter menduga bahwa kafein bereaksi dengan zat di dalam pembuluh darah di otak dan juga sel-sel saraf di otak yang membuatnya menjadi lebih aktif.

Dua gelas kopi mungkin bagus untuk otak, tapi jangan pikir dengan mengonsumsinya lebih dari 2 gelas bisa membuat Anda lebih pintar dan intelek. "Efek positif kafein tidak terjadi secara linier. Jadi bukan berarti semakin banyak semakin baik," jelas Koppelstatter.

| More
 
 
 

AddThis

| More

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

Sahabat

Rumah Gue

Loading...